-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Buntut Kisruh Rektor, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Gelar RDPU Dengan Forum Komunikasi Untuk Perubahan UINSA Surabaya

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-21T19:48:48Z
Forum Komunikasi Untuk Perubahan UINSA Surabaya di Gedung Senayan Jakarta
Jakarta - Komisi VIII DPR RI bersikap atas kejadian di UINSA Surabaya, dengan memberi rekomendasi kepada Forum Komunikasi untuk Perubahan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya supaya memakai upaya dialog agar suasana akademik di kampus tetap kondusif.

H. Abdul Wachid sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI hadir dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Forum Komunikasi untuk Perubahan UINSA Surabaya pada Senin (21/9/2026) di Gedung Senayan Jakarta.


Dari Forum Komunikasi untuk Perubahan UINSA Surabaya hadir di antaranya Prof. Masruhan, Prof. Abdul Halim dan Prof. Imam Ghazali Said.

Dalam RDPU tersebut, Forum Komunikasi untuk Perubahan UINSA Surabaya menyampaikan sejumlah aspirasi dan persoalan yang mereka soroti terkait tata kelola kampus.


Salah satu persoalan yang disampaikan adalah pengangkatan dekan dan wakil dekan Fakultas Kedokteran yang disebut tidak berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan tindakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.

Forum tersebut juga menyampaikan sejumlah kritik terhadap kepemimpinan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Mereka menilai kepemimpinan rektor tidak partisipatif dan tidak transparan serta mempersoalkan sejumlah sikap dan kebijakan pimpinan universitas.

Selain itu, forum menyampaikan dugaan pungutan liar yang disebut dilakukan Muzakki Rektor UINSA Surabaya dalam kapasitasnya sebagai ex-officio Koordinator Kopertais IV Surabaya terhadap dosen-dosen perguruan tinggi keagamaan Islam swasta.


Dalam catatan aspirasi yang disampaikan kepada Komisi VIII DPR RI, persoalan tersebut disebut telah dilaporkan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur lengkap beserta barang bukti yang didapat.


Forum juga menyoroti hubungan antara Rektor UINSA dengan alumni. Mereka menyampaikan bahwa sejak Muzakki rektornya, para alumni tidak mendapatkan kantor di lingkungan UINSA Surabaya.


Persoalan lainnya berkaitan dengan proses pemilihan Rektor UINSA Surabaya. Forum mempertanyakan terpilihnya Profesor Akhmad Muzakki yang disebut bukan berasal dari tiga calon rektor hasil tim seleksi yang dibentuk Menteri Agama.


“Kami mendorong penyelesaian permasalahan di UIN Sunan Ampel Surabaya dengan bijaksana melalui proses dialogis agar kampus menjadi ruang akademik yang bebas dan perkuliahan berjalan baik,” ujar H. Abdul Wachid.


Komisi VIII melalui Abdul Wachid mendorong agar pihak-pihak terkait dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi serta dialog dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di UINSA Surabaya. (bai/cdr/ulum)

×
Berita Terbaru Update