-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dema UINSA Surabaya Akan Tetap Lakukan Aksi Segel Kampus Sampai SK Pengunduran Diri Muzakki Turun

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T20:23:17Z
Jajaran Dema UINSA Surabaya

SURABAYA, SINERGITAS.id - Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, tegaskan akan tetap lanjutkan aksi bersama rekan Mahasiswa yang lain.


Mahasiswa tidak ingin kabar pengunduran diri disampaikan melalui pemberitaan, pernyataan, maupun informasi dari pihak tertentu. Mereka minta bukti resmi terkait kabar pengunduran diri Prof Akh Muzakki sebagai rektor.


“Kalau memang benar Rektor telah memutuskan untuk mengundurkan diri, yang kami inginkan adalah bukti normatif bahwa beliau telah mengundurkan diri sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya,” uar Fazle dalam konferensi pers mahasiswa UINSA, Rabu (23/9/2026).


Menurutnya, bukti pengunduran diri tersebut penting untuk memastikan status Muzakki secara administratif. Mahasiswa juga membuka ruang agar Muzakki hadir langsung di kampus untuk membicarakan mekanisme pengunduran diri secara terbuka.

Dokumentasi Sinergitas_id 

“Bukan melalui berita, bukan melalui pernyataan atau dari omongan, tapi kami ingin bukti normatifnya secara administrasi, memang lebih baik mundur karena itu lebih terhormat” tambah Wakil Dema UINSA Surabaya.


Fazle menyebut mahasiswa siap duduk dan berdialog bersama Muzakki maupun pihak terkait untuk membahas mekanisme pergantian kepemimpinan secara sah, kredibel dan akuntabel.


Ia menegaskan, mahasiswa juga akan tetap mengawal persoalan tersebut meski muncul kabar Muzakki telah mengundurkan diri. Sebab, tuntutan yang dibawa mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan posisi rektor.


“Betul. Kita akan terus mengawal ini karena yang kita bawa per hari ini juga tidak hanya satu tuntutan, tapi masih ada tujuh tuntutan yang harus dipertanggungjawabkan juga,” tegasnya.


Kabar pengunduran diri Muzakki sebelumnya beredar di lingkungan kampus pada Rabu pagi. Namun, pihak internal UINSA mengaku belum menerima keputusan resmi mengenai status rektor.


Di sisi lain, polemik kepemimpinan UINSA juga telah mendapat perhatian Komisi VIII DPR RI. Komisi VIII mendesak Menteri Agama menindaklanjuti persoalan pengangkatan Rektor UINSA periode 2026-2030.


Hingga kini, mahasiswa masih menunggu kepastian secara resmi mengenai status Muzakki sekaligus tindak lanjut atas tuntutan yang mereka sampaikan. (cdr/ulum)

×
Berita Terbaru Update