![]() |
| Dokumentasi Sinergitas_id |
Kegiatan tersebut digelar Tim Herbaroso bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) korda Sidoarjo. Para peserta diwajibkan meracik teh dari tanaman kumis kucing yang telah disiapkan panitia.
Tidak hanya kumis kucing, peserta juga diberikan sejumlah bahan pendamping seperti keningar, jahe, gula, garam, dan kayu secang. Mereka ditantang menghasilkan racikan dengan rasa, aroma, warna, serta penyajian yang menarik.
![]() |
| Dokumentasi Sinergitas_id |
"Kegiatan ini untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan tanaman obat herbal Indonesia. Pengetahuan tentang tanaman herbal ini merupakan warisan turun-temurun yang perlu dikenalkan kembali kepada masyarakat," ujar Herwanto disela-sela kegiatan, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, lomba tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengenal, menanam, mengolah, dan mengonsumsi tanaman herbal secara bijak sebagai bagian dari pola hidup sehat.
![]() |
| Dokumentasi Sinergitas_id |
Salah satu peserta, Ibu Indra yang juga merupakan ketua RT, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan meracik ramuan herbal dalam bentuk perlombaan.
Dalam racikannya, Ibu Indra menambahkan jahe dan kayu manis. Menurutnya, kedua bahan tersebut dipilih untuk memberikan aroma dan rasa pada teh kumis kucing.
"Ini baru pertama kali membuat dan mengikuti lomba seperti ini. Saya menambahkan jahe dan kayu manis supaya aromanya lebih harum dan rasanya lebih enak," kata Ibu Indra.
Ibu Indra mengatakan teh racikannya biasa dikonsumsi pada pagi dan sore hari. Ia menyebut masyarakat selama ini mengenal berbagai tanaman herbal sebagai bagian dari pengetahuan tradisional untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.
Namun, berbagai klaim mengenai manfaat teh kumis kucing dan bahan herbal lainnya dalam kegiatan tersebut merupakan pengetahuan atau kebiasaan tradisional warga. Ramuan herbal tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, pengobatan, maupun saran dari tenaga medis.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap tanaman kumis kucing dan pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal tidak semakin terlupakan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Sidoarjo, Pramono Putra menegaskan, Giat Lomba Meracik Teh Herbal Kumis Kucing ini sebagai upaya mengajak Masyarakat untuk menggunakan Teh Herbal yang bagus untuk kesehatan.
" Selain untuk memeriahkan Semarak HUT RI ke-81, kegiatan ini juga untuk mengajak dan mengenalkan Teh Herbal Kumis Kucing yang sangat bermanfaat untuk Kesehatan," ujar Pramono.
Selain menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI, lomba tersebut sekaligus menjadi ajang berkumpul warga untuk mengenalkan kembali kekayaan tanaman herbal Indonesia dari lingkungan sekitar.
Penulis : Ulum Fajar Setiawan








