![]() |
| Dokumentasi Sinergitas_id |
SIDOARJO - Santri dan Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang menjadi korban MBG diketahui sudah ada yang dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Diketahui bahwa SPPG di Kalitengah Tanggulangin yang mengirim hidangan MBG ke Ponpes Manba'ul Hikam di desa Putat, terkonfirmasi oleh Kepala SPPG yang meminta maaf saat dikonfirmasi awak media. (Rabu,2/9/2026)
Berdasar penelusuran tim sinergitas.id, SPPG tersebut dibawah naungan Yayasan indonesia makmur mandiri dengan pemilik bernama Gwan Hartono beralamat di wilayah pandaan Pasuruan.
“Iya saya sebagai Kepala SPPG di sini, saya mengaku salah saya minta maaf, kami lalai atas nama pribadi dan atas nama SPPG yang saya pimpin sekali lagi saya minta maaf,” ujar Rafli Ridho, sembari tangan posisi memohon maaf.
Ditemukan kejanggalan perihal awal terima hidangan hingga dimakan oleh para santri dan santriwati, tentunya pihak ponpes tidak mengetahui hidangan tersebut dimasak jam berapa.
"Mobil SPPG datang sekitar Jam 11.30 WIB siang karena mereka sudah tau kebiasaan kami makan siang itu setelah Sholat Dhuhur, jadi tidak terlalu lama jarak antara kami terima sampai dimakan oleh para santri," ujar FA Salah satu Pengasuh Pondok yang tidak bersedia dipublikasikan namanya.
Keterangan itu mengkonfirmasi bahwa tidak benar hidangan MBG tersebut dihidangkan malam hari. Karena saat setelah Sholat Ashar di ikuti semua santri itu baru ada keluhan sakit perut yang awalnya dari asrama putri.
"Ada kabar keracunan bersumber dari makanan dapur pondok itu tidak benar, karena setiap asrama tukang masaknya berbeda. Namun kami masih tunggu hasil lab yang sudah dikirimkan," tambah FA.
Diketahui ternyata kejadian keluhan sakit perut setelah makan hidangan SPPG tersebut tidak hanya terjadi di Pondok Manba'ul Hikam, namun jumlahnya sedikit jadi tidak terexpose. (cdr/ulum)







