![]() |
| Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) gelar Ngaji Jurnalistik. (Foto:UFS78/Sinergitas.id) |
JAKARTA, SINERGITAS.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menggelar Ngaji Jurnalistik yang mengambil tema "Menjaga Etika, Kebenaran dan Nurani di Era AI" di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi jurnalis televisi dalam menghadapi tantangan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang kian masif di dunia media. "Di tengah disrupsi pers harus survive, itu hukum alam," kata Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers. Menurutnya, yang harus tetap dijaga adalah etika. Etika kaitannya dengan hati dan rasa. "Sebelum bicara kebenaran, etika lebih dulu," katanya menambahkan.
_Ngaji Jurnalistik_ yang menjadi kegiatan Ramadan IJTI, juga diisi dengan diskusi, bertema Menjaga Etika, Kebenaran dan Nurani di tengah Disrupsi Teknologi AI, menghadirkan Dahlan Dahi, Ketua Komisi Digital dan Suistainability Dewan Pers, Yunes Herawati, perwakilan Bappenas, Heru Tjatur, Kabid Teknologi AMSI, dan Usmar Almarwan, Sekretaris Jenderal IJTI.
![]() |
| (Foto:UFS78/Sinergitas.id) |
Menurutnya tantangan terbesar bukan sekadar mengikuti teknologi, melainkan memastikan bahwa setiap informasi yang disebarluaskan tetap menjunjung tinggi etika dan kebenaran.
Pemanfaatan teknologi AI yang tidak sesuai aturan bisa membuat jurnalisme menjadi "dingin". Empati, keberpihakan pada kaum rentan dan integritas adalah ciri khas jurnalisme manusia yang tidak dimiliki AI.
![]() |
| (Foto:UFS78/Sinergitas.id) |








