-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Panggilan Hati Seorang Calon Kepala Desa Sumokali Nomer Urut 2. Achmad Soleh (karbon)

Senin, 02 Maret 2026 | Maret 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T00:47:13Z
(Foto:CDR/UFS78/Sinergitas.id)

SIDOARJO, SINERGITAS.id - Di balik riuh rendah kontestasi politik tingkat desa, terselip sebuah luka yang berubah menjadi bahan bakar perjuangan perubahan bagi Achmad Soleh, calon Kepala Desa Sumokali Kecamatan Candi Sidoarjo.

‎Keputusannya maju bukan sekadar mengejar kursi jabatan, melainkan sebuah upaya perubahan atas martabat tanah sumokali yang kerap dibalut dengan situasi banjir, jalan lubang, kumuh dan pembiaran sampah yang menumpuk.


‎​Achmad Soleh mengakui, perubahan besar tidak dimulai dari ruang rapat yang dingin, melainkan dari dorongan hati yang terusik. Salah satu motivasi utamanya adalah berakar dari rasa "Kecewa" masyarakat sumokali. Senin (2/3/2026)

(Foto:cdr/UFS78/Sinergitas.id)

‎​”Motivasi saya karena ada dorongan hati untuk mengabdi. Saya merasa kecewa dengan situasi sumokali yang kerap banjir, bahkan di depan balai desa pun banjir” ujar Pria yang akrab disapa "karbon" itu dengan tegas.

‎​Label desa wilayah banjir ini memang tidak menyapu rata seluruh dusun yang ada, namun titik-titik strategis yang kerap terjadi tergenangnya air, sungguh ironi dengan kondisi itu pimpinan diam dan hanya "tolah-toleh".

‎Berangkat dari seorang pedagang, cak karbon (sapaan akrab) mendapat amanah sebagai Ketua BPD Sumokali, tentunya sudah sangat paham tentang rendahnya kesadaran lingkungan yang harus segera dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika.


‎​Janji Tanpa Bukti, Achmad Soleh memilih jalan yang tidak lazim bagi seorang politisi, ia enggan menebar janji manis yang muluk. Baginya kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang jauh lebih berharga daripada skenario politik yang rumit.

‎​Achmad Soleh menawarkan program yang akan menjadi prioritasnya jika diberi amanah memimpin Desa Sumokali, antara lain:

• ‎​Sanitasi Total: Membersihkan lingkungan secara kolektif bersama warga.

• ‎​Pilar Karakter: Meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.

‎• ‎​Digitalisasi Desa: Pemanfaatan sosial media untuk transparansi dan informasi.

• ‎​Keadilan Infrastruktur: Pemerataan pembangunan tanpa pilih kasih.

• ‎​Modal Sosial: Menjunjung tinggi keharmonisan dan semangat gotong royong.


”Saya tidak memberikan janji apa-apa saat ini, namun jika Allah memberikan ridho, saya ingin Desa Sumokali berkembang menjadi desa yang mandiri dalam segala hal, masyarakat kecewa melihat pemimpin desa yang hanya ngeramut golongannya sendiri” imbuhnya.

‎Ketika seorang warga sipil berani menanggalkan kenyamanan dunianya sebagai pedagang untuk ngeramut lingkungan sekitar seperti kesehatan, saluran air dan penumpukan sampah di situlah harapan mulai tumbuh.

‎​Pada akhirnya, jabatan kepala desa bukanlah hadiah, melainkan beban tanggung jawab untuk mengembalikan martabat. Karena kemandirian desa tidak dimulai dari instruksi pusat, melainkan berangkat dari pimpinan yang tidak hanya "tolah-toleh". (cdr/ulum)

×
Berita Terbaru Update