-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kirab Tumpeng Meriahkan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Desa Bungurasih Sidoarjo ke-1.666

Minggu, 23 Agustus 2026 | Agustus 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T08:53:56Z
Dokumentasi edy/Sinergitas_id
SIDOARJO – Suasana semarak mewarnai Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Desa Bungurasih yang ke-1.666.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) tersebut dipusatkan di petilasan makam Ibrahim Al Jaelani atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Kramat. Lokasi makam tersebut berada tidak jauh dari Kantor Desa Bungurasih.

Pemerintah Desa Bungurasih bersama komunitas seni budaya Brangwetan, Karang Taruna Desa Bungurasih, serta Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Bungurasih mengemas kegiatan dengan kirab tumpeng yang diiringi berbagai pertunjukan seni tradisional, di antaranya hadrah dan tari remo.

Ketua panitia sekaligus Ketua Komunitas Seni Budaya Brangwetan, Henri Nurcahyo, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan perjuangan para leluhur yang menjadi bagian dari cikal bakal Desa Bungurasih.

Menurut Henri, Mbah Ibrahim Al Jaelani memiliki peran penting dalam sejarah awal berdirinya Desa Bungurasih yang diperingati setiap 31 Oktober. Karena itu, makam Mbah Jaelani dipilih sebagai salah satu pusat kegiatan sekaligus sarana mengenalkan kembali sejarah desa kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengingat kembali perjuangan dan jasa para sesepuh Desa Bungurasih. Kirab tumpeng ini juga menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni, budaya dan sejarah desa,” ujar Henri.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Sumpah Bungurasih, yang berisi pesan moral kepada generasi penerus agar terus menjaga persatuan, kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam serta mempertahankan budaya sebagai warisan leluhur.

Henri berharap keberadaan Desa Bungurasih ke depan tidak hanya identik dengan terminal bus, tetapi juga dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Bungurasih bukan hanya dikenal karena terminalnya. Kami ingin masyarakat lebih mengenal bahwa di sini juga terdapat situs sejarah dan budaya, salah satunya makam Mbah Kramat yang hingga kini masih ramai dikunjungi peziarah, terutama pada malam Jumat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bungurasih, Eko Yulianto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat dan keberkahan yang telah diberikan Allah SWT kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh warga Desa Bungurasih dapat terus hidup dalam suasana aman, rukun, sejahtera dan sentosa.

“Semoga melalui kegiatan ini warga Bungurasih senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan segala urusan, serta dijauhkan dari penyakit maupun berbagai musibah,” ungkap Eko.

Kemasan acara semakin meriah dengan pertunjukan campursari dan lawakan yang menghadirkan Cak Tawar Gonzales dan Cak Roso. Puncak kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang Ki Pringgo Jati Rahmanu.

Dalam pementasan tersebut, Ki Pringgo Jati Rahmanu membawakan lakon “Babat Alas Wonomarto”. Menurutnya, lakon tersebut memiliki pesan tentang pentingnya perjuangan dan kerja keras dalam mencapai sebuah tujuan.

“Setiap keberhasilan membutuhkan proses, usaha yang sungguh-sungguh dan kerja keras. Dengan ketekunan, apa yang menjadi tujuan dapat dicapai dengan baik,” tutur Pringgo, yang merupakan putra dari dalang Ki Toro.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Desa Bungurasih untuk memperingati kemerdekaan sekaligus mengenang sejarah desa. Semangat gotong royong, persatuan, pelestarian seni budaya dan penghormatan terhadap jasa para leluhur diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
×
Berita Terbaru Update