-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Poltekkes Kemenkes Surabaya Edukasi Warga Perumahan Magersari Sidoarjo, Olah Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Guna

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T07:27:45Z

Poltekkes Kemenkes Surabaya Edukasi Warga Perumahan Magersari Sidoarjo, Olah Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Guna. (Foto:UFS78/Sinergitas.id)

SIDOARJO - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Politeknik Kesehatan Kementrian Surabaya menggelar penyuluhan program pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah rumah tangga, diantaranya yakni pengelolaan sampah organik maupun non organik menjadi Hydrochar.


Hal ini dilaksanakan sebagai langkah memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sembari mengenalkan alternatif pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Penyampaian materi kepada masyarakat. (Foto:UFS78/Sinergitas.id)
Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini mengusung tema, Gerakan komposisasi : Transformasi sampah organik rumah tangga menjadi sumber daya berdaya guna di masyarakat dan dilaksanakan di RT 39 RW 07 Perumahan Magersari Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu 15 Agustus 2026.


Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Surabaya, Ernita Sari S.ST, M.KL menyampaikan acara ini diselenggarakan yaitu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama warga Perumahan Magersari.

Dokumentasi Sinergitas_id
Menurut dia, pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga tidak berfokus pada kebersihan lingkungan saja. Melainkan mampu berikan nilai tambah ekonomis dengan pengelolaan sampah yang tepat.


"Dengan berbekal ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi terkait pengelolaan sampah rumah tangga diolah secara tepat, ini bisa diaplikasikan langsung bersama masyarakat Perumahan Magersari untuk dimanfaatkan dengan baik," Ucapnya.


Lebih lanjut, pengelolaan sampah limbah rumah tangga akan lebih efektif apabila dilakukan dengan kebiasaan perubahan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik. 

Dokumentasi Sinergitas_id
Hal ini disertai pendekatan, diharapkan mampu menciptakan siklus pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tingkat keluarga. 


“Kami ingin masyarakat melihat bahwa sampah organik bukan lagi limbah yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” Paparnya.


Selain itu, Poltekkes Kemenkes Surabaya juga  menyalurkan bantuan berupa 12 drum bioaktivator dan contoh kompos yang sudah dibagikan 10 dan juga cairan bioaktifvator sebanyak 6 liter dan gantungan kunci sebanyak 25 dari limbah tutup botol. 


"Dan kami mengajarkan bagaimana penggunaan dalam mengelola sampah secara rumah tangga supaya bisa diubah menjadi bermanfaat seperti cara pembuatan bioaktifvator dan pembuatan kompos yang efektif," Katanya.


"Apabila Masyarakat memiliki lahan tanaman kan bisa pakek kompos dari hasil limbah rumah tangga yang mereka kelola sendiri dari sampah organik," Ucapnya.


Usai Masyarakat diberikan materi tata cara pengelolaan sampah rumah tangga organik maupun non organik dari mahasiswa Poltekkes Surabaya, Diharapkan mampu memahami dan mengerti serta bisa menerapkan pada kehidupan sehari-hari dengan baik. 


"Pengelolaan sampah rumah tangga secara organik atau non organik seperti limbah tutup botol ini kalau layak pastinya bisa diperjualbelikan dengan nilai ekonomis, otomatis ada manfaat baik kebutuhan sendiri atau dijual nantinya," Tandasnya.


"Ini menjadi rujukan menghemat pengeluaran sampah yang biasanya masyarakat membuang limbah sampah rumah tangga keluar, jadi kalau bisa diolah secara rumah tangga," Tambahnya.

×
Berita Terbaru Update