![]() |
| Doc Tim Sinergitas_ Id |
SURABAYA - LAZIS Al Haromain bersama LAZ yang tergabung dalam Forum Zakat Jawa Timur silaturahim ke BAZNAS Jawa Timur pada Rabu (02/09/2026).
Ketua BAZNAS Jawa Timur, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd bersama pengurus turut menyambut kunjungan dari FOZ Jatim.
Ketua FOZ Jatim, Ziyad menyampaikan bahwa potensi dan perkembangan ekosistem zakat di Jawa Timur cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 66 lembaga amil zakat (LAZ) yang beraktivitas di Jawa Timur, termasuk 6 LAZNAS yang memiliki jaringan dan cakupan program secara nasional.
Menurutnya, potensi penghimpunan zakat di Jawa Timur berada pada angka sekitar Rp500 miliar. Besarnya potensi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi seluruh stakeholder zakat untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperluas manfaat zakat.
“Diskusi kita dalam ekosistem zakat sangat bagus. Kemenag juga sangat support terhadap pengembangan zakat,” ungkap Ziyad.
Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah kolaborasi dalam merespons musibah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kolaborasi lintas lembaga zakat diharapkan dapat menghadirkan respons kemanusiaan yang lebih terkoordinasi sekaligus memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat kepada masyarakat terdampak.
H. Mohammad Ghofirin, M.Pd menyambut hangat gagasan Forum Zakat Jawa Timur. Pihaknya membuka sinergi dengan FOZ dan POROZ sebagai asosiasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang menghidupkan ekosistem zakat di Jawa Timur.
"Nanti di kantor akan kami buatkan Z-Corner, sehingga membuka siapapun yang ingin berdiskusi mengenai perzakatan," ujarnya.
Beliau juga mengajak Forum Zakat untuk bersama-sama mengikuti Rakorda sehingga kebijakan yang dibuat BAZNAS Jawa Timur dapat melibatkan masukan dari seluruh unsur Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dan menjadi kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan serta perkembangan ekosistem zakat di Jawa Timur. (ven/cdr/ulum)






