![]() |
| Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo, Mursidi ST, dengan adanya Diklat tahun ini adalah Momentum yang Istimewa. |
Sebanyak 150 kader dari berbagai PAC PP Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan tersebut. Tidak sekadar menerima pembekalan materi organisasi dan ideologi, para peserta juga menjalani serangkaian pelatihan fisik serta pendidikan karakter untuk membentuk mental dan kedisiplinan.
![]() |
| Andri Ketua Panitia Diklat MPC Pemuda Pancasila Kabupaten sidoarjo di dampingi Kader Pemuda Pancasila Sidoarjo. |
Ketua Panitia Diklat Kaderisasi, Andrie, yang Juga Ketua Sapma PP. Sidoarjo menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia organisasi yang berkualitas, memiliki karakter kuat, serta memahami ideologi Pancasila.
Menurutnya, setiap para anggota Pemuda Pancasila perlu mengikuti pendidikan kaderisasi secara berjenjang. Dengan demikian, anggota tidak sekadar mengenakan atribut organisasi, tetapi juga memahami sejarah perjuangan, ideologi, aturan organisasi, serta tanggung jawab sebagai kader.
"Besarnya organisasi bukan hanya ditentukan oleh jumlah anggota, melainkan kualitas kader yang memiliki loyalitas, kedisiplinan, integritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, kaderisasi tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial ataupun sebatas pemenuhan persyaratan administratif. Lebih dari itu, pendidikan kader harus menjadi proses pembentukan karakter berkelanjutan agar nilai-nilai Pancasila benar-benar tercermin dalam sikap dan tindakan setiap anggota.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo, Mursidi, ST, menyebutkan pelaksanaan diklat kali ini sebagai momentum istimewa bagi organisasi.
"Ini adalah Momentum Diklat Kaderisasi yang paling istimewa. Tujuan kami adalah mewujudkan kader Pemuda Pancasila yang efisien, berkarakter, loyal, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara," ungkap Mursidi.
Ia menjelaskan, materi pendidikan karakter kali ini juga diisi dengan simulasi perkemahan, ujian fisik, penguatan pemahaman jati diri, serta pembelajaran mengenai makna kehidupan ketika berada jauh dari hiruk-pikuk masyarakat.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan membangun mental yang kuat, kedisiplinan, solidaritas, kekompakan, serta rasa tanggung jawab kader dalam menjalankan roda organisasi.
Mursidi berharap, melalui diklat ini semakin banyak kader Pemuda Pancasila di Kabupaten Sidoarjo yang memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan formal organisasi. Dengan begitu, kualitas kepemimpinan dan pemahaman ideologi para anggota dapat terus meningkat.
Melalui kegiatan tersebut, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo menargetkan lahirnya kader yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental, memiliki karakter kebangsaan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Sebab, sejatinya kualitas seorang kader tidak diukur dari seragam dan atribut yang dikenakan, melainkan dari karakter, loyalitas, kekompakan, serta pengabdian nyata kepada bangsa dan negara, Terutama Ormas Pemuda Pancasila yang di bentuk oleh Para Jenderal - Jenderal TNI yang Berjiwa NKRI. (Kiky)






